
“Asyhaduallaa Ilaa Ha IllAllah
Wa’asyhaduanna Muhammadar-Rasuulullah”
2 kalimat Sayahadat merupakan rukun Islam yang pertama, saya jadi ingat saat puasa di tahun 2010 di Masjid Sunda Kelapa menjelang Shalat Tarawih, khotib naik mimbar dan berkhotbah mengenai Rukun Islam. Betul, rukun Islam, hal yang sudah saya pelajari sejak SD (Sekolah Dasar). Namun tanpa diduga, bahasan mengenai Rukun Islam tersebut mampu menyita perhatian semua jamaah Sholat Tarawih Berjamaah yang biasanya tertidur saat mendengarkan khotbah.
Khotib tersebut membahas bahwa rukun Islam adalah hal paling mendasar yang harus menjadi pegangan umat Islam di dunia. Saya akan mencoba menuangkan ingatan saya saat itu ke dalam tulisan dalam blog ini
“Asyhaduallaa Ilaa Ha IllAllah” Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Jika kalimat tersebut ditanamkan pada diri setiap umat Islam, bahwa tiada Tuhan selain Allah, maka segala tingkah laku umat akan selalu mengingat Allah,
“Wa’asyhaduanna Muhammadar-Rasuulullah” Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosul Allah, maka segala tingkah laku umat hendaklah mengikuti tingkah laku Nabi Muhammad SAW.
Dengan memegang teguh kedua kalimat diatas InsyaAllah tidak akan ada korupsi pada Umat Islam”
2 kalimat syahadat,, kalimat yang sering kita ucapkan, bahkan minimal 20 kali sehari dalam Sholat 5 waktu, namun ternyata memiliki makna yang begitu dalam.
Kangen dengan khotbah2 di Masjid Sunda Kelapa, khotbah2 yang unik, yang menyentil intelijensia umat modern, yang mungkin adalah jenis khotbah yang efektif untuk diberikan di jaman gila ini yang terkadang kesibukan duniawi menutupi suara hati.
Oiya khotib waktu itu adalah Bapak Ary Ginanjar Agustian (Pendiri ESQ Indonesia), tnkyu atas pencerahannya sir




Rembulan di atas kepala Sapi
Komentar Terakhir